Minggu, 27 Agustus 2017

Hadi Shubhan: Tularkan Pengalaman Ikut PIMNAS kepada Adik Kelas

Seluruh dari 420 judul Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dipresentasikan di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-30 tahun 2017, selesai dilakukan penjurian/penilaian, Jumat (25/8) petang. Penjurian itu dilaksanakan di berbagai fakultas di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Setelah itu dewan juri melakukan sidang dan hasilnya akan diumumkan Sabtu (26/8) malam sebelum PIMNAS Ke-30 resmi ditutup.
Sebagaimana dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya seusai penjurian PIMNAS, Tim Universitas Airlangga mengadakan pertemuan antara mahasiswa peserta, pendamping, dosen pembimbing, dan pembina kemahasiswaan. Tujuannya untuk melakukan evaluasi sebagai bahan pembelajaran pada persiapan PKM dan pelaksanaan PIMNAS tahun berikutnya.
Pertemuan itu dilaksanakan di meeting room Hotel Fave, Makassar, tempat menginap selama ambil bagian di PIMNAS. Acara digelar secara santai, bercanda sambil makan malam. Pengendali acara, Dr. Bambang Purwanto, dr., MS., meminta kepada masing-masing perwakilan PKM untuk mengisahkan apapun yang dialami dan dilakukan selama kepesertaan PIMNAS 2017. Bahkan jika ada kritikan pun hendaknya disampaikan baik kepada pembina dan panitia.
Dalam kesempatan inilah Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr. M. Hadi Shubhan, SH., MH., CN., berharap kepada mahasiswa UNAIR peserta PIMNAS 2017 ini untuk menyebarkan dan menularkan “virus-virus” positif PIMNAS ini kepada kawannya yang masih punya kesempatan dan belum berhasil lolos, dan terutama kepada adik-adik kelas dan ikut memotivasi.
”Beritahu, sebarkan, dan ajarkan kepada adik-adik kelas Anda tentang bagaimana membuat proposal PKM, berlatih presentasi, membuat paparan presentasi, liku-liku dan kejadian saat presentasi, penilaian juri dan sebagainya. Tularkan pengalaman baik ini, baik yang belum berhasil meraih juara, dan apalagi yang sudah meraih hasil terbaik,” kata Pak Hadi, panggilan akrab Dirmawa UNAIR itu.
Diwejangkan juga, bahwa apapun yang sudah dijalani sejak persiapan di Surabaya hingga penjurian dua hari di arena PIMNAS, hendaknya selalu disyukuri, dijadikan pengalaman yang baik bahwa tampil di ajang kompetisi ilmiah tingkat nasional merupakan prestasi yang berharga. Apalagi kompetitornya juga tidak sembarangan, dari perguruan tinggi hebat-hebat. Ada UGM, UB, ITS, ITB, UI, dsb.
”Berdoalah saja, bertahajut, memohon kepada Allah untuk diberikan petunjuk dan hasil yang terbaik. InsyaAllah hasil yang diberikan Allah akan sepadan dengan jerih payah dan ikhtiar yang sudah kita lakukan,” demikian pesan Pak Hadi.
Hal senada juga disampaikan Dr. Bambang Purwanto bahwa semua peserta hendaknya bisa menjaga perilaku yang baik, tidak berkata yang tidak seharusnya dikatakan, mencela dan menghina orang lain, apalagi bersombong diri. Intinya hendaknya berperilaku positif. Dipesankan juga untuk tidak lupa berdoa, memohon kepada Yang Maha Bijak untuk diberikan prestasi yang terbaik.
”Dari curhatan dan komentar semua peserta dan pembimbing, malam ini beritanya baik dan positif semua. Mudah-mudahan ini akan membawa hasil sepadan seperti yang hita harapkan,” demikian Bambang, staf pengajar Fakultas Kedokteran UNAIR itu. 
Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/08/25/hadi-shubhan-tularkan-pengalaman-ikut-pimnas-kepada-adik-kelas/
Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
1.      Fakutas Kedokteran
3.      Fakultas Hukum
6.      Fakultas Vokasi
8.      Fakultas Keperawatan
9.      Fakultas Farmasi
Cari Artikel terkait Riset Anda : http://repository.unair.ac.id/

PKM Mahasiswa UNAIR Peraih Medali di Arena PIMNAS Ke-30 Makassar

Dari sebelas tim PKM Universitas Airlangga yang tampil pada final Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-30, di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Tim “Biru Kuning” ini berhasil meraih total medali, baik presentasi dan poster: 2 emas, 5 perak, 1 perunggu atau komposisi 2-5-1.
Rinciannya, pada presentasi sebagai lomba utama dalam PIMNAS, mahasiswa UNAIR meraih dua medali emas dan tiga keping medali perak. Dua emas tersebut dipersembahkan tim PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM) kelas-3. Judul PKM-nya “BILQIS (Bio Liquid Smoke): Pemanfaatan Asap Cair Dari Kulit Siwalan Sebagai Pengawet Ikan Dalam Upaya Menciptakan Peluang Usaha Baru Masyarakat Dusun Ngareng, Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban”.
Kelompok PKM dari mahasiswa Fakultas Keperawatan UNAIR tersebut diketuai oleh Ika Zulkafika Mahmudah, dengan empar kawan anggotanya Tutut Dwi Cahyati, Teguh Dwi Saputro, Inas Pramitha Abdini Haq, dan Sutra Mahardika.
Satu medali emas lagi dihadirkan oleh Ayu Tarantika Indreswari, Vita Fitria, Galuh Damar, Nurul Azizah, dan Beatrice, mahasiswa Fakultas Farmasi UNAIR. Mereka presentasi di PKM Penelitian Eksakta (PKMPE) kelas-4, mengusung judul ”Pengembangan Reservoir Patch Transderma Dexorubicin dengan Pembawa Polyvinil Alcohol dan Ethil Cellulose Sebagai Solusi Kemoterapi Kanker Payudara yang Mutakhir dan Nyaman”. Selain medali emas presentasi, poster PKM ini juga meraih medali perunggu (juara III).
Sedangkan kepingan medali perak presentasi, antara lain lahir dari PKM-GT (Gagasan Tertulis) yang berjudul ”SLIMME HUIS: Konsep Pemukiman Kota Masa Depan Berbasis Sustainable Energy sebagai Upaya Penanggulangan Krisis Energi Menuju Target SDGs 2030”. Tim ini diketuai Hatif Indra Nur Septiyanti. Selain perak presentasi, karya poster PKM “Slimme huis” ini juga meraiah medali perak (juara II).
Medali perak presentasi kedua lahir dari kelas 3 PKM-PE. Abdullah Hasib (FKH 2013). Risaldi Muhammad (FKH 2014), Talita Yuanda Reksa (FKH 2014), dan Alvina Ulimaz A (FKH 2015) mempresentasikan PKM berjudul ”Pemanfaatan Madu Lebah Hutan Tropis Sumbawa (Apis Dorsata) Terhadap Peningkatan Fertilitas Telur Burung Endemik Indonesia Kacer Hitam (Copshycus Saularis) Sebagai Upaya Peningkatan Populasi Satwa”. PKM itu dibawah bimbingan Dr. Erma Safitri, drh., M.S, dosennya di FKH UNAIR.
Satu medali perak presentasi lagi dari PKM-PE kelas-5, dengan judul PKM “Studi In Vivo Vascular Graft Hollow Fiber PLLA Coating Kitosan Kolagen Solusi Penyakit Kardiovaskular Akibat Atherosklerosis.”
Karya ilmiah tersebut disusun oleh lima mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR yaitu Iffa Aulia Fiqrianti (ketua tim), Claudia Yolanda Savira, Muhammad Abdul Manaf, Fitria Renata Bella, dan Nadia Rifqi Cahyani, dibawah bimbingan Dr. Prihartini Widiyanti drg., M.Kes.
”Secara fair saya mensyukuri sekali medali perak ini, dan saya akui bahwa baik makalah dan presentasi yang meraih emas (mahasiswa Undip di kelas-5 PKMPE – red) memang lebih baik. Mereka kelihatan sakali kalau sangat memahami mengenai topik yang disampaikan,” kata Muhammad Abdul Manaf, usai penutupan PIMNAS kepada unair.news.
Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/08/27/pkm-mahasiswa-unair-peraih-medali-di-arena-pimnas-ke-30-makassar/
Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
1.      Fakutas Kedokteran
3.      Fakultas Hukum
6.      Fakultas Vokasi
8.      Fakultas Keperawatan
9.      Fakultas Farmasi
Cari Artikel terkait Riset Anda : http://repository.unair.ac.id/

Jumat, 18 Agustus 2017

Langganan ’Cumlaude’, Cristabella Wisudawan Terbaik S3 FH UNAIR

Reifon Cristabella Eventia, SH., M.H., tidak pernah setengah-setengah dalam menjalani pendidikan. Selama kuliah S-1 hingga S-3, perempuan yang akrab disapa Cristabella ini selalu lulus dengan predikat cumlaude. Ia lulus S-3 FH UNAIR dengan IPK sebesar 3.81.
Berbagai prestasi pernah ditorehkan Cristabella, salah satunya yakni keikutsertaannya dalam Sandwich Programme Leiden Law School pada tahun 2014 dibawah bimbingan Prof. Jan M. Helby. Ia tercatat sebagai satu-satunya praktisi di UNAIR yang mengikuti program tersebut.
Perempuan kelahiran Kota Malang, 12 Maret 1989 ini membuat disertasi dengan judul “Prinsip Hukum Dalam Pembentukan dan Pelaksanaan Kontrak Bangun Guna Serah (Build, Operate, and Transfer/BOT)”. Disertasi tersebut membahas dua topik penting. Pertama, prinsip hukum dalam pembentukan kontrak BOT terutama prinsip transparansi dan prinsip kemitraan. Kedua, prinsip hukum dalam pelaksanaan kontrak BOT yang meliputi prinsip pengendalian dan pengelolaan risiko.
“Dewasa ini di Indonesia, masalah kontrak BOT begitu diminati dalam rangka pembangunan infrastruktur. Tetapi sampai saat ini belum ada Undang-undang khusus yang mengaturnya,” tuturnya.
Selama menempuh studi Doktoral, Cristabella berusaha membagi waktu dengan baik antara kuliah dan kerja. Sejak 2014, ia berprofesi sebagai advokat di Law Firm Sutrisno, SH, M.Hum and Associates. Sebelumnya, ia sempat menjadi advokat magang selama tiga tahun di sana.
“Saat menyelesaikan studi S-3 dulu, selain sempat kesulitan membagi waktu, saya juga perlu usaha lebih untuk mendapatkan literature terkait dengan topik penelitian saya, mengingat sangat minimnya literature yang ada di Indonesia. Saya bersyukur karena saya dapat menemukan banyak literature saat berada di Leiden University,” kata alumni SMAN 1 Palangkaraya itu.
Meski memiliki banyak kesibukan, Cristabella tetap aktif mengikuti pendidikan non-formal untuk menunjang karirnya. Tidak kurang dari 16 pendidikan non-formal pernah diikutinya.
Selain menjalani kesibukan sebagai advokat, Cristabella harus rela pulang pergi Kalimantan-Surabaya untuk menjalani bisnis keluarga. Ia juga berencana membuka Law Firm sendiri dan menerima tawaran menjadi dosen pada salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya.
“S-3 adalah jenjang pendidikan tertinggi, maka begitu banyak suka-duka yang harus dilewati, sehingga harus dijalani dengan kesungguhan, kerja keras, dan pantang menyerah,” kata penerima penghargaan dari Panglima Kodam V/Brawijaya sebagai wisudawan terbaik Universitas Merdeka Malang ini.
Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/03/20/langganan-cumlaude-cristabella-wisudawan-terbaik-s3-fh-unair/
Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
  1. Fakutas Kedokteran
  2. Fakultas Kedokteran Gigi 
  3. Fakultas Hukum
  4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  5. Fakultas Ilmu dan Budaya
  6. Fakultas Vokasi
  7. Fakultas Sains dan Teknologi
  8. Fakultas Keperawatan
  9. Fakultas Farmasi
  10. Fakultas Perikanan dan Kelautan
  11. Fakultas Kedokteran Hewan
  12. Fakultas Psikologi
  13. Fakultas Kesehatan Masyarakat
  14. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  15. Fakultas Pasca Sarjana
Cari Artikel terkait Riset Anda : http://repository.unair.ac.id/

Senam Zumba Ramaikan Pembukaan Dekan Cup FK

Ada yang berbeda dari kegiatan senam Airlangga kali ini. Senam yang diadakan Minggu (19/3) bertepatan dengan pembukaan Dekan Cup Fakultas Kedokteran diramaikan dengan senam zumba. Senam yang berlangsung di depan Gedung Rektorat Kampus C UNAIR diramaikan dengan adanya booth makanan, panggung pentas, dan fasilitas cek kesehatan.
Peserta senam kali ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar Kampus C, dosen dari berbagai fakultas, mahasiswa, dan segenap sivitas akademika UNAIR. Turut hadir Prof. Dr. Med. Dr. Puruhito Sp.B Rektor UNAIR tahun 2001-2006, Rektor UNAIR Prof. Mohammad Nasih., Mt., Ak., CMA, dan beberapa pimpinan fakultas, unit, badan, dan lembaga di lingkungan UNAIR.
Suasana berlangsung meriah karena instruktur senam dan crew yang bertugas mampu membawa suasanan pagi menjadi lebih bugar. Kekompakan instruktur pun mendapat respon semangat dari para peserta senam.
Di akhir senam, seluruh peserta disuguhkan dengan senam zumba, salah satu olahraga yang dikembangkan oleh Jun Ko Agus, perintis Zumba Dance di Indonesia. Olahraga ini terdiri dari 30% gerakan fitness dan 70% gerakan dansa. Senam zumba memiliki manfaat tinggi, yaitu mampu membakar 600 hingga 1000 kalori/jam.
Usai senam, Prof. Dr. dr. Soetojo, Sp.U, Dekan FK UNAIR secara resmi membuka kegiatan Dekan Cup FK UNAIR. “Pagi ini kita telah melakukan senam bersama. Senam bersama dalam rangka pembukaan Dekan Cup FK UNAIR,” ujar Prof Soetojo.
Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/03/20/senam-zumba-ramaikan-pembukaan-dekan-cup-fk/
Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
  1. Fakutas Kedokteran
  2. Fakultas Kedokteran Gigi 
  3. Fakultas Hukum
  4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  5. Fakultas Ilmu dan Budaya
  6. Fakultas Vokasi
  7. Fakultas Sains dan Teknologi
  8. Fakultas Keperawatan
  9. Fakultas Farmasi
  10. Fakultas Perikanan dan Kelautan
  11. Fakultas Kedokteran Hewan
  12. Fakultas Psikologi
  13. Fakultas Kesehatan Masyarakat
  14. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  15. Fakultas Pasca Sarjana
Cari Artikel terkait Riset Anda : http://repository.unair.ac.id/

Selasa, 15 Agustus 2017

Mahasiswa UNAIR Temukan Solusi Efektif untuk Osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan kasus yang sering terjadi dan memiliki prevalensi cukup besar di dunia ini. Osteoarthritis merupakan suatu keadaan patologis yang melibatkan degenerasi pada tulang rawan artikular yang mendasari peradangan pada membran sinovial, sehingga mengakibatkan nyeri, gerakan sendi terbatas, deformitas dan disfungsi. Kerusakan tulang rawan ini biasanya disebabkan oleh cedera saat berolahraga, trauma saat kecelakaan, ataupun penuaan.
Sekelompok mahasiswa S-1 Teknik Biomedik Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga Surabaya berhasil menciptakan bahan yang dapat membantu dengan cepat mengatasi peradangan tulang rawan akibat degenerasi jaringan tulang rawan yang disebut Osteoarthritis.
Keberhasilan menemukan alternatif atas penanganan kasus Osteoarthritis itu kemudian dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) ”Inovasi Injectable Hydrogel Berbasis Chitosan-Hyaluronic Acid (HA) sebagai Regenerasi Cartilage pada Kasus Osteoarthritis (OA).”
Ketua Tim PKM-PE kelompok ini, Ainia Rahmah Aisyah mengabarkan, dibawah bimbingan dosennya, Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes, proposal PKM-nya ini telah lolos pendanaan penelitian dari Kemenristekdikti pada program PKM tahun 2016-2017.
Dijelaskan oleh Ainia Rahmah, bahan yang biasa digunakan dalam penggantian tulang rawan seperti logam banyak menimbulkan reaksi, seperti infeksi maupun serangan dari respon imun tubuh (Host), selain itu bahan logam yang baik harganya sangat mahal.
Berangkat dari permasalahan inilah Ainia Rahmah Aisyah, Wilda Khilida Annaqiyah, Amalia Nur Hayati, Novita Putri Rahayu, dan Ahda Nur Laila Nabilah mencari paduan bahan yang tepat dan efektif untuk penyembuhan Osteoarthritis.
”Selama ini, penanganan yang ada masih memerlukan proses lama melalui operasi dan bisa memakan waktu berjam-jam. Di sini kami mengupayakan penanganan berupa penyuntikan hidrogel langsung ke tempat yang dirasa nyeri, sehingga kondisi dapat langsung teratasi,” tutur Ainia.
Ainia juga menjelaskan bahwa hidrogel merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk mengatasi Osteoarthritis, karena kompatibel dengan sel dan jaringan sekitarnya, sehingga dianggap sebagai bahan yang sangat cocok untuk matriks ekstraseluler (Extracellular Matrix/ECM) buatan untuk teknik jaringan.
”Harapan kami kedepannya, penelitian ini dapat lebih diperbaiki dan dikembangkan sehingga dapat benar-benar diimplementasikan pada penanganan pasien Osteoarthritis,” ujar Ainia Rahmah Aisyah menambahkan.

Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
  1. Fakutas Kedokteran
  2. Fakultas Kedokteran Gigi 
  3. Fakultas Hukum
  4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  5. Fakultas Ilmu dan Budaya
  6. Fakultas Vokasi
  7. Fakultas Sains dan Teknologi
  8. Fakultas Keperawatan
  9. Fakultas Farmasi
  10. Fakultas Perikanan dan Kelautan
  11. Fakultas Kedokteran Hewan
  12. Fakultas Psikologi
  13. Fakultas Kesehatan Masyarakat
  14. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  15. Fakultas Pasca Sarjana
Cari Artikel terkait Riset Anda : http://repository.unair.ac.id/

Potlach, Sebuah Konsep Pemberian Masyarakat Kuno

Perkembangan era globalisasi terus menerus mengasah kemampuan manusia untuk lebih terbuka dengan informasi baru. Era ini berdampak pada sendi-sendi perilaku manusia yang sering disebut manusia modern yang semakin sibuk dengan pekerjaannya cenderung individualis. Amerika sebagai negara penganut paham ideologi liberalis sering dijadikan contoh sebagai negara masa depan bagi negara-negara berkembang. Karena itulah, kemajuan teknologi selalu dikaitkan dengan kepribadian orang-orang di Amerika.
Mereka dipandang manusia yang individualis, sehingga setiap orang mengira bahwa perilakunya itu akibat dari arus globalisasi yang semakin mengakar ini. Komunikasi yang terjadi pun atas dasar kepentingan semata, yaitu kekeluargaan. Seolah jiwa sosial mereka digambarkan oleh sebagian orang sudah mulai luntur. Akibatnya, interaksi mereka pun hanya sebatas pada pekerjaan semata.
Hal ini berbeda dengan negara-negara berkembang, apalagi negara miskin yang masih terlihat interaksi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari yang tidak didasarkan pada pekerjaan semata. Terkadang masyarakat berkumpul hanya sekadar bertukar cerita tentang kehidupannya masing-masing sehingga masih dimungkinkan terjadinya saling bertukar barang atau saling memberi satu sama lain ketika ada tetangga atau orang di sekitarnya yang sedang mengalami kesulitan.
Kewajiban Membalas Pemberian  
Kegiatan saling memberi atau benda pemberian diartikan oleh beberapa masyarakat tidak hanya sekadar memberikan atau menerima suatu benda kepada dan dari orang lain, namun kegiatan itu memiliki makna mendalam. Di Samoa misalnya, setiap pemberian meninggalkan kewajiban bagi yang mendapatkan pemberian itu untuk membalas pemberian tersebut. Mereka berkewajiban untuk mengembalikan hadiah yang telah diterima, yang diatur oleh adanya hukuman akan kehilangan nama, otoritas, dan kekayaan apabila tidak melakukannya.
Contoh lain terjadi di Suku Taonga pada suku Maori. Ketika kita mendapatkan hadiah dari orang yang kita beri suatu benda atau hadiah yang lainnya, di sana suatu pemberian itu dimaknai sebagai sebuah kebaikan yang harus dibalas dengan kebaikan. Jadi ada semacam kewajiban untuk menerima dan memberi. Kewajiban memberi ini terjadi pada suku Dayak, ketika mereka akan melaksanakan makan, kemudian ada orang lain, maka orang lain itu akan diajak bersama-sama untuk turut makan. Orang yang mengetahui ada proses penyajian makanan, maka orang itu pun wajib diajak ikut makan bersama-sama.
Hal lain yang unik pada beberapa masyarakat suku bangsa bahwa ketika menolak untuk memberi hadiah atau lalai mengundang, adalah –sama dengan menolak untuk menerima– sama dengan membuat suatu pernyataan perang; ini sama dengan suatu penolakan terhadap saling berhubungan dan persahabatan.
Makna-makna pemberian ini dibahas lengkap dalam sebuah buku karya Marcell Mauss yang berjudul “Bentuk dan Fungsi Pertukaran di Masyarakat Kuno”. Pada festival Mia-mila, sebuah potlach untuk menghormati yang sudah mati, dua macam vaygu’a – benda-benda kuala dan yang Malinowski mendeskripsikannya untuk pertama kali sebagai vaygu’a yang permanen – diperlihatkan dan ditawarkan kepada para ruh, yang mengambil bayangan dari semuanya ini dan membawanya ke tempat mereka yang sudah meninggal; di mana para ruh itu bersaing satu sama lain dalam hal kekayaan sebagaimana yang dilakukan manusia dalam kepulangan kembali dari kuala yang bersifat keagamaan. Van Ossenbrugen, seorang ahli teori dan juga seorang pengamat unggul telah mencatat suatu permasalahan lain. Pemberian hadiah kepada sesama manusia dan kepada dewa-dewa mempunyai tujuan yang lebih jauh untuk membeli perdamaian.
Pentingnya memberi kepada orang lain, terutama kepada si miskin ini memunculkan tindakan konsep sedekah, ini didasarkan bahwa manusia muncul sebagai perwakilan dari dewa-dewa dan mereka yang sudah mati. Orang Hausa sering menderita penyakit demam endemik pada waktu jagung-guinea sudah siap dipanen, dan cara satu-satunya untuk mengatasinya ialah dengan memberikan hadiah gandum kepada orang miskin.
Jadi konsep berpikir tentang pemberian tersebut kemungkinan diadopsi oleh beberapa lembaga kemanusiaan yang tidak selalu mempunyai orientasi profit dalam menjalankan kegiatannya. Hal itu pula mirip dengan konsep ajaran-ajaran agama, misalnya Islam yang menganjurkan membantu sesama manusia tanpa pamrih dan ketika membalas kebaikan orang lain harus lebih dari apa yang ia terima.
Kedermawanan, Kehormatan dan Uang
Kepulauan Andaman, Manusia Pygmi. Sasaran dari tukar-menukar itu untuk menghasilkan persahabatan diantara dua orang yang bersangkutan; dan jika ini tidak terlaksana maka maksud tujuan itu telah gagal.
Sistem perdagangan di Kepulauan Trobriand, yaitu Kula, adalah bentuk luas dari Potlatch, karena disini terjadi tukar-menukar barang dalam jumlah besar yang terjadi antar-suku bangsa. Perdagangan Kula ini bersifat aristokratis, dan hanya diperuntukkan bagi para-kepala yang merupakan pemimpin armada Kula dan kano-kano, para pedagang untuk vasal-vasal mereka (anak-anak dan para ipar), dan tampaknya juga bagi kepala dari sejumlah desa-desa vasal. Pertukaran itu dilakukan dalam tata cara kebangsawanan, netral, dan sopan.
Masih terkait dengan potlatch, di Fiji terdapat satu musim, yaitu kerekere yang pada waktu musim itu orang dilarang untuk menolak apapun yang diminta oleh siapa pun. Mata uang Fiji dari gigi binatang kachalot sama dengan uang di Trobriand. Ini dikenal sebagai tambua.
Dalam sistem potlatch, seseorang dibatasi untuk mengeluarkan sesuatu yang dimiliki sampai habis-habisan. Orang kaya yang memperlihatkan kekayaannya dengan cara mengeluarkan biaya tanpa perhitungan, adalah seorang yang memenangkan prestise. Kedudukannya juga bisa hilang seperti dalam perang, perjudian dll. Kadang tidak ada keraguan mengenai penerimaan imbalan ini; seseorang menghancurkan sesuatu semata karena hendak memberi kesan bahwa ia tidak ingin menerima imbalan apa pun.
Pada sistem potlatch ini, orang Kwakiutl dan Tsimshian membuat perbedaan terhadap barang yang dimiliki yang berlaku pada zaman Romawi, orang-orang Trobriand dan Samoa. Mereka mempunyai barang-barang biasa untuk dikonsumsi dan didistribusikan, dan juga harta kekayaan keluarga yang berharga —jimat-jimat, tembaga-tembaga yang diberi dekorasi, selimut-selimut kulit dan kain-kain yang dibordir.

Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
  1. Fakutas Kedokteran
  2. Fakultas Kedokteran Gigi 
  3. Fakultas Hukum
  4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  5. Fakultas Ilmu dan Budaya
  6. Fakultas Vokasi
  7. Fakultas Sains dan Teknologi
  8. Fakultas Keperawatan
  9. Fakultas Farmasi
  10. Fakultas Perikanan dan Kelautan
  11. Fakultas Kedokteran Hewan
  12. Fakultas Psikologi
  13. Fakultas Kesehatan Masyarakat
  14. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  15. Fakultas Pasca Sarjana
Cari Artikel terkait Riset Anda : http://repository.unair.ac.id/

Rabu, 02 Agustus 2017

Mahasiswa UNAIR Bikin Web Aplikasi untuk Mengontrol Diabetes Tipe-2 pada Remaja

Mahasiswa Universitas Airlangga berhasil membuat aplikasi web yang mudah diakses umum, terutama anak remaja, untuk mengetahui dirinya terindikasi gejala menderita diabetes militus (DM) sejak dini, ataukah tidak. Setelah mengakses aplikasi web ini, seseorang khususnya remaja, bisa mengetahui prediksi kadar gula dalam darah (mg/dL) dan tekanan darah (mmHg) dengan memasukkan data usia, tinggi badan (cm) dan berat badan (kg) yang akan langsung dikonversikan dalam bentuk indeks massa tubuh.
Hal itu dilakukan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR ini setelah membaca prediksi WHO (Badan Kesehatan Dunia) tentang jumlah peningkatan penderita Diabetes Melitus (DM) di Indonesia tahun 2030 yang mengerikan. Sebagai negara terbesar keempat jumlah penderita DM di dunia, penderita DM tahun itu akan menjadi 21.257.000 orang, naik 157% dari data tahun 2000 yang hanya 8.426.000 orang.
Data yang lebih meresahkan lagi, tahun 2002-2005 saja terdapat sekitar 3.600 kasus baru penderita DM tipe-2 pada remaja. Padahal, DM lebih susah diobati saat masih remaja dibandingkan pada orang dewasa.
Bertekad membantu mengendalikan jumlah penderita DM itu sedini mungkin, lima mahasiswa FST prodi S1 statistika itu berinovasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE). Ia menawarkan model untuk mengetahui pola hubungan antara hipertensi (faktor utama penyebab DM) dan kadar gula dalam darah (indikator diabetes) terhadap indeks massa tubuh (indikator obesitas) pada penderita remaja DM tipe-2 dan mengaplikasikan pemodelan tersebut ke dalam bentuk aplikasi berbasis web yang bersifat user-friendly, cross-platform, dan open source.
Diabetes melitus adalah penyakit kronis (menahun) yang terjadi ketika pankreas (kelenjar ludah perut) tidak cukup memproduksi insulin (DM tipe-1), atau ketika tubuh tidak secara efektif  menggunakan insulin (DM tipe-2) dimana 90% kasus DM di dunia adalah kasus DM tipe-2. DM biasanya ditandai dengan kadar gula darah di atas normal dan kenaikan itu sering terjadi bersamaan dengan hipertensi. DM dan hipertensi tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan dengan cara olahraga dan diet.
”Pemodelan dengan pendekatan regresi non-parametrik spline truncated birespon menunjukkan bahwa terbukti adanya hubungan yang bermakna antara kadar gula darah dan hipertensi terhadap indeks massa tubuh remaja,” kata Dhiva Ryan Hardine, ketua Tim PKMPE ini.
Dalam tim ini, juga terdapat empat mahasiswa kreatif lainnya, yaitu Dhiva Ryan Hardine (Statistika, 2013/Ketua Tim), Aisyah Abdullah (angkatan 2013), Nonna Prilly Pramesty (Statistika, 2013), Dyah Putri Rahmawati (Statistika, 2013), dan Muhammad Ikbal (Statistika, 2015).

Proposal PKM-PE berjudul “Pemodelan Kadar Gula dalam Darah terhadap Tekanan Darah dan Indeks Massa Tubuh pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Usia Remaja berdasarkan Pendekatan Regresi Nonparametrik Birespon dengan Estimator Spline” ini lolos seleksi Dikti dan meraih dana penelitian dari Kemenristekdikti dalam program PKM tahun 2016-2017.
Ditambahkan, hasil dari pemodelan tersebut diaplikasikan dalam bentuk aplikasi berbasis web. Dengan mengakses aplikasi web itu, seseorang khususnya remaja, bisa mengetahui prediksi kadar gula dalam darah (mg/dL) dan tekanan darah (mmHg) secara serentak dengan menginput usia, tinggi badan (cm) dan berat badan (kg) yang akan langsung dikonversikan dalam bentuk indeks massa tubuh.
”Kami memilih aplikasi berbasis web karena bersifat cross-platform, artinya tidak terpaku pada sistem operasi tertentu seperti windows atau android. Jadi tidak perlu repot mengunduh aplikasi, dan semua platform bisa mengaksesnya,” kata Dhiva Ryan Hardine.
Tidak hanya itu, aplikasi web tersebut juga bersifat open-source, artinya bisa diakses bebas dan terbuka bagi siapapun yang ingin mengembangkan, juga bersifat user-friendly, sangat simpel dan mudah digunakan bagi pengguna.
”Kami berharap dengan analisis ini dapat dijadikan bahan pertimbangan meminimalkan jumlah penderita diabetes melitus tipe-2 usia remaja, dan aplikasi yang kami buat ini dapat menjadi acuan para remaja yang terdiagnosa DM tipe-2 untuk memprediksi kadar gula darah dan tekanan darahnya,” tambah Muhammad Ikbal.

Sumber : http://news.unair.ac.id/2017/07/05/mahasiswa-unair-bikin-web-aplikasi-untuk-mengontrol-diabetes-tipe-2-pada-remaja/



Daftar Fakultas Di Universitas Airlangga
1.      Fakutas Kedokteran
3.      Fakultas Hukum
6.      Fakultas Vokasi
8.      Fakultas Keperawatan
9.      Fakultas Farmasi
Cari Artikel terkait Riset Anda : http://repository.unair.ac.id/